Archive for the 'Event' Category

Dec 27 2008

Profile Image of admin
admin

Cak Sani Mantu

Filed under Event

By Admin

Pada tanggal 20 Desember 2008 bertempat di Gedung Serba Guna Senayan, telah berlangung pernikahan putri dari anggota wedangan-Cak Sani, Aulia Halimatussadiah (Ollie) dengan Anang Pradipta (Anang) putra dari Bapak Moesseno Kartono yang juga alumni UGM, Fakultas Hukum angkatan 76.
Walaupun bukan yang pertama anggota wedangan mantu, perhelatan Cak Sani ini menandai fase permantuan di kalangan anggota wedangan mulai bergulir dan Insyaallah akan diikuti anggota wedangan yang lain.
Kerukunan kafegama76 tampak mulai tahap persiapan hajatan yaitu banyaknya anggota wedangan yang mengkonfirmasikan undangan (baik yang sudah diterima maupun yang tidak terima undangan) dan keikutsertaan dalam kepanitiaan.
Konfirmasi anggota wedangan Trisno Sugiharto dalam millis:
” Cak Sani.
Terimakasih atas undangannya untuk pernikahan putri anda Ollie dan Anang Pradipta tercinta pada tgl  20 Des di Gedung Sebaguna Senayan, Jakarta, sudah sampai dirumah kemarin . Insya Allah kalu tidak ada aral melintang, kami akan hadir.
Hayo siapa lagi yang akan mantu teman2 Kafegama76? Saya dengar yang sudah dekat Mas Dwinda dan Mas Tedjo/Bu de Penny ya.  Berbahagialah dan inilah salah satu buah dari teman-teman yang dulu berani nikah muda, jadi sekarang sudah mantu. He, he, he……”


Anggota wedangan yang bahu-membahu dan duduk dalam kepanitiaan adalah kadang Eko Handoyo sebagai Seksi Acara (EO), Dawam Atmosudiro berindak mewakili keluarga CPW dalam penerimaan CPP sebelum akad nikah, Endianto sebagai koordinator photographi, dan Penny-Tedjo sebagai among tamu. Eko Handoyo yang memfasilitasi rapat panitia di rumahnya bersama Endianto aktif  melakukan pembahasan tidak hanya dengan pemangku hajat tapi juga dengan contact person dari pihak CPP serta bersama wakil keluarga CPW berperan dalam prosesi penyerahan air siraman ke kediaman keluarga CPP.


Dalam acara pernikahan dan resepsi, banyak anggota wedangan yang menyempatkan hadir  untuk memberikan doa restu pada pernikahan Ollie-Anang.Anggota wedangan yang hadir tidak hanya temen wedangan dari Jabodetabek yang sudah “rutin” ketemu, tapi juga dari Yogyakarta yaitu Hardo Basuki, Henry Susanto dan Dewi Tejorini. Disamping temen-temen yang “rutin” ketemu, tampak hadir juga temen lama yang baru ketemu lagi, Salip, Subhakti Singgih Hadi serta “senior” kafe, sedulur Herwidayatmo dan Paryo.
Sedulur wedangan yang berhalangan hadir juga tidak lupa mengirimkan pesan. ”Kang, selamat dan sukses”, ujar sedulur wedangan dari Yogyakarta.


Kumpul-kumpul anggota wedangan semakin semarak dengan sesi photo bareng.


“Telat semenit, bisa kehilangan moment indah ini”, ujar Salma Alwi yang malam itu mengenakan gaun hitam khas Timteng yang tampak jamil dan fresh

Dari sudut lain, tampak kebersamaan dan keceriaan warga wedangan


Ditengah-tengah acara respsi juga dilantunkan lagu-lagu sesuai request pemangku hajat, “Can’t Help Falling in Love” dan lagu tematik kafegama76 yang diendorse kadang Samasta Pradhana, yang mempunyai makna yang dalam arti suatu persahabatan dan paseduluran “That’s what friends are for”. Suatu lagu yang dapat membuat orang bergetar hatinya dan berkaca-kaca pada saat mendengarkannya:
Keep smiling, keep shining
Knowing you can always count on me, for sure
That’s what friends are for
For good times and bad times
I’ll be on your side forever more
That’s what friends are for


Dengan hadirnya para anggota wedangan, memberikan“spirit” yang berarti bagi pemangku hajat. Cak sani merasa bersyukur dan mengucapkan banyak terimakasih kepada kawan-kawan wedangan yang “menunggui” acara Ollie-Anang dari awal sampai akhir.
Kita doakan semoga Ollie-Anang dapat membangun keluarga yang Sakinah, Mawaddah wa Rohmah dan selalu diberkahi Allah SWT. Amin Ya Robbal Alamiin….
Cerita selengkapnya mengenai persiapan dan pelaksanaan pernikahan Ollie-Anang dapat dilihat di Pengantin Ngeblog. 
Photo-photo selama acara dapat dilihat melalui Flickr dan koleksi Endianto

6 responses so far

Oct 14 2008

Profile Image of admin
admin

Oleh-oleh dari Phuket

Filed under Event

Oleh : Sri Penny Ratnasari
Lurs….
Kemarin waktu kami bertiga tiba2 nylonong ke Phuket, waktu libur Lebaranitu terus terang kami agak bingung menentukan tujuan main. Semula aku pengin ajak Tria liat Ngarai Sianok di Padang. Tapi temenku yg orang Padang malah bilang kalo pas Lebaran, Bukittinggi Not Recommended utk liburan karena penuuuh..dgn orang padang sendiri! Juga akan sulit cari hotel dan sewaan kendaraa, akhirnya aku liat2 via Internet, tempat yg pantainya bagus ( karena hoby kami snorkeling) dan tidak jauh dari Jakarta.
Akhirnya ketemulah Phuket itu…
Sedikit cerita tentang Phuket (yg orang2nya sama persis wajahnya dg org Indo).. aku bener2 kagum dgn ” KESIAPAN” mereka menjadi daerah tujuan Wisata!
Mulai dari Informasi yg mrk sediakan di situs2nya, amat memudahkan kita utk mencari hotel yg cocok dg selera (baik kantong maupun mata) kita…
Sampai di airport, semua fasilitas juga menunjang. Kmd sewaktu akan ikut tour ke pulau2 itu, juga amat mudah, murah dan serba cepat!
Disepanjang jalan, tidak satupun aku melihat adanya CORETAN di tembok, tiang listrik dll, sampai aku berani bilang ke Tria, kalo nemu coretan tak kasih 100.000 rp…
Pantainya juga sangat bersih… dan kebetulah semua pantainya putih warnanya…
Karena aku hobi snorkeling, dan aku sudah pernah ke Pulau Penida, Gili trawangan,gili meno ( di Lombok), juga ke Bunaken, aku bisa membandingkan, bahwa sebetulnya, utk keindahan bawah lautnya, indonesia JAUUUH…lebih colourful…. Tapi soal bersihnya…. Indonesia juga Full Colour…karena lautnya tidak hanya air yg membiru, tapi juga plus sampah2 plastik..kaleng minuman..tas kresek….
Nampaknya, disana kebersihan sudah menjadi Budaya yg tertanam dihati. Aku takjub sewaktu beli es krim dari penjaja, si penjaja setelah kubayar es krimnya tidak segera pergi, kupikir ada apa?? Ternyata dia menunggu sampahku bekas bungkus es krim itu, utk dibawa dia lagi…..
Kemudian disepanjang tepian pantai, tersedia Payung pantai dgmkursi2nya yg disediakan oleh Pemdanya dan gratis dipake siapapun juga… Coba kalo di Bali, Anyer… Kita duduk dibawah payung pasti suruh bayar…
Hebatnya lagi, payung2 itu malamnya tidak diberesi, dan juga tdk hilang…. (malu kita ya..)
Kmd waktu aku ngobrol dg pengelola Boat yg membawa kita tour (dari Jerman), aku tanya apa kamu tidak ingin buat usaha di Indonesia ( Bali atau Lombok )… jawaban dia membuat merah mukaku…yaitu.. ” TOO MANY DESK AT INDONESIA! ” and your people are very crazy…. walah..walah…
Maksudnya, utk buat perijinan usaha, sangat sulit, penuh pungutan liar… Kmd, dia tdk bisa ninggalkan kapalnya di pantai dg aman kecuali ada yg jaga!
Kalau disitu, kapal ditinggal dimana saja lengkap dg peralatannya, aman2 saja, tidak ada yg mencuri…
Wah….apa memang bangsa kita ini dikenal sebagai BANGSA MALING yaa..????
Suediiih….aku…..
Dan memang mereke bersyukur punya alam indah seperti itu, karena itu sulit disaingi..
Aku usul, boleh juga Kafe 76 kumpul2 disana, aku jadi guoidenya deh…
Wassalam Budhe P

One response so far

Older Posts »