Oct 08 2008
Ikan Buntal
Oleh: Uyung
Masih inget nggak … waktu kita rame-rame Angkatan 1976 study tour ke
Cilacap ?
Di Cilacap kita :
1. Diterima di Aula Kantor Pemda Tingkat II
2. Ke pabrik semen portland Semen Nusantara II
3. KUD Nelayan “Mirosani” yang baru menerima penghargaan “Teladan”
4. Lokasi penambangan “pasir hitam” PT Aneka Tambang
Di Cilacap kita menginap “berpencaran”. Aku berlima dengan Bambang Eko
Prihanto, Mustadjab, Joko Suprayoga, etc di Losmen. Semuanya buka baju
gara-gara kipas anginnya mati.
Esoknya main-main ke Pantai Lengkong, makan gado-gado, rujak, lotek.
Untuk souvenir aku beli ikan buntal duren berduri pendek yang telah
diawetkan, isinya kapuk, coklat mengkilat karena dipernis, masukin
dalam tas kresek hitam.
Balik ke Losmen, aku maen lempar aja tas kresek ke tempat tidur,
kemudian keluar kamar, merokok. Baru 3 kali hisap, ada suara
jeritan : “Wuaduuh !”.
Rupanya Bambang Eko “maen duduk” aja di atas tas kresek aku. Meringis
dia sambil misuh.
Ikan buntal berduri ada 2 (dua) jenis, yaitu :
- Ikan Buntal Duren (Diodon hytrix), duri pendek, beracun
- Ikan Buntal Landak (Diodon holacanthus), duri panjang, tidak beracun
Bahan :
1 ekor ikan buntal fillet
1 ruas kunyit iris tipis
1 ruas jahe iris tipis
3 batang serai memarkan
1 ruas lengkuas iris
1 cup air asam
secukupnya garam
secukupnya gula
Pelengkap : bawang goreng


Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta Angkatan (masuk) 1976, tanpa memandang jurusan. Jurusan yang ada waktu itu : Ekonomi Perusahaan, Akuntansi, Umum dan Pertanian. 