Sep 29 2008
Puisi Putus Cinta
Oleh: Henry Susanto
Dengan sebuah kata
Ingin kuungkapkan
Segala rasa yang akan singkirkan duka
Pada huruf huruf dalam rangkaian puisi cinta
Menggelora
Menyapa subuh yang berkecipuk dengan air kehidupan
KETULUSAN
Kasih sudah kupertaruhkan hidup ini bagi dirimu
Tetapi angin hari ini tetap terasa bukanlah milikku
Sebab tiupannya tidak lagi mampu menyejukkan hati
Tak seperti yang pernah kau janjikan dan bisikan
Lirih ditelingaku manakala kita khusuk mereguk manisnya cinta
Dan sekarang aku harus kembali menyapa sunyi
Sendiri diam bertahan ditengah kepungan kecemasan
Memilin milin suratan nasib dalam desah kegalauan
Kasih dengan apalagi dan harus bagaimanakah
Aku mesti memberi keyakinan kepada dirimu tentang
Cinta yang kugenggam dan kupersembahkan padamu
Selama ini seluruh dan sepenuhnya berselimut ketulusan
Tak ada segaris bingkai dusta yang coba kusembunyikan
Dan dari dirimu akupun hanya berharap ketulusan
Tak lebih dari itu sebagaimana telah kita sepakati
Lewat tatap mata dan halus kecupan bibir
KASIH YANG HILANG
Bersama bilur pilu yang terlarut disana
Kata kata pahit itu
Kalimat kalimat getir yang terangkai itu
Yang menghadirkan siluet sayatan sayatan sisi hati
Luka memar, robek berdarah
Pun nada nada kisah pilu yang terngiang
Jika kalimat itu kucecap
Bersama lelehan dari butir tirta pembasuh netra
Tidak aku tidak tega melupakannya
Kan kueja baris per baris kisah dalam lembaran
Yang menghiasi hidup
KERINDUAN
Hati yang merintih karena rindu
Begitu pedih
Setelah engkau sematkan duri
Dalam kalbuku
Yang setiap saat menusukan perih
Menorehkan sebuah luka
Meneteskan duka yang teramat dalam
Menghapus impian dan harapanku
Dalam kesepian yang membisu
Serta kekecewaan yang melaut biru
Dalam menjalani hidup ini
BAYANG BAYANG DIRI
Malam yang sepi hening
Datang merajam hidupku
Kasih engkau tiba
Kehadiranmu mengalir menghanyutkan
seluruh derita dan rinduku
Keluh yang hanya kaku bertahun tahun
Kasih akhirnya
Segala rindu dendamku terhampar jua
Hilang dalam desah rintih malam
Merambat pergi
Perlahan mengurai lapis lapis kegelapan
Hingga lepas bebas segala beban hidupku
Yang kian rapuh
Adakah ini dapat kucatatkan
Dalam cawan cawan hidupku lagi
Bangkit dari bayang bayang diri
Yang berlapis lapis hingga tidak tahu lagi
Beda antara rindu dan dendam
Antara tawa dan airma
ASA
Terendap laraku dihati yang meluap rindu
Terbelenggu jiwa dalam harapan
Yang selalu menyelimutiku
Aku lelah dengan redupnya hatiku
Ingin kuakhiri kisah galauku
Namun cinta
Terus saja memaksaku
Tuk terpaku pada satu titik asaku
Tentang dirimu
AROMA DUKA
Ombak kerinduan
Selalu datang dan datang lagi
Bergulung dan mengalun ……
Menerpa dinding dinding hati
Yang rapuh dilanda sepi
Angin berbisik pilu
Menebarkan aroma duka
Mengiringi langkahku
Menyusuri jalan kehidupan
Mendaki ngarai kesunyian
Menuruni lembah duka
Menggapai hari esok
Yang tak tahu pasti
RINDU
Ia putih seperti butiran salju
Tapi bukan kapas yang mudah diterbangkan angin
Ia tahu dirinya tipis bagaikan kertas
Tapi bukan tempat mencatat jejak, kisah dan sejarah
Ia hanya menampung luka yang tak pernah sembuh
Ia lebih lapar dari ular yang sedang puasa
Ia ingin menjadi sepiring daging
Agar semua bisa merasakan nyeri
Ia lebih mirip darah yang memiliki urat nadi
Yang melintasi lorong kegelapan di dalam tubuh
Ia pun selalu merindukan sebuah danau
dI tengah hutan yang setiap saat ia temui
Dimana semua rupa menjadi semu didalam air
Ia ingin menjadi cermin bagi semesta burung burung
Karena ia tahu hanya bayangan yang menipu kenyataan
Ia iklas akan rasa sakit yang selalu datang setiap saat
Ia bukan sosok yang bisa dikenali
Ia hanya ingin menjadi api selamanya
Agar tabah ia menahan dingin dan sepi
Agar tidak sakit bila terbakar nanti
10 responses so far

Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi UGM Yogyakarta Angkatan (masuk) 1976, tanpa memandang jurusan. Jurusan yang ada waktu itu : Ekonomi Perusahaan, Akuntansi, Umum dan Pertanian. 
henry bisa romantis juga…. wow… luar biasa…semua pernah mengalaminya kan???
PUISI PUTUS CINTA
Sayap sayap sang pengantar pesan menutupi kesadaranku
Pelukannya seperti cengkeraman malam pada bumi,
Erat dan pasti.
Wajahnya yang berduka meneguhkan hatiku
Tapi tubuh dan jiwa ini tak mampu bertahan,
hanya mampu ditentramkan dalam keheningan
Saat kegelapan sepenuhnya melindungiku,
Aku tak lagi sadarkan diri.
Cahaya mata malam dilangit membenturkan aku pada kenyataan.
Saat Terbangun dan tersadar, Aku sendirian lagi.
Saat Satu persatu kunang kunang memadamkan kedipannya
Aku mulai melangkah, Sunyi tanpamu,
namun aku tahu harus terus melangkah….
Pergi sejauh jauhnya dari mu
dari kenangan akan cinta..
aku dikhianati dan tak ingin membalasnya padamu..
di langit, gemintang bersinar menantang gerimis yang turun
buat teman teman yang menangis
dan dikecewakan oleh sang kekasih.
Aku bersimpati pada kalian…
hmmm..boleh numpang di copy mas??
salam kenal
bgus og,,,
PuiCina tu0pp begete . . . .
M’ggtkn ttg kiCahW.
He he he
air mata tk dpt mencegahmu………cintaku tk dpt mengikatmu…..rinduku sdh tk menyentuhmu…….aku tau kau kan berlalu………masih ada kenangan indah……….yg mengikat hatiku n hatimu……..atokah semuanya sudah sirna……….dgn apa agr kau tau..ada getar di hatiku.dan itu hanya utkmu………sampai kapanpun aku menunggumu….diantara luka puing2 kehancuran cintaku
ingatkah kasih kata
yang sllu kau ucpkn dulu
kta syang yg tak
prnh lupa kau ucpkn
kta manismu mbuat
kuterhanyut dlm cntamu
#tpi smua kni tlh berubah
smua trasa hlg
indh ta prnh lg kurasa
ternyata
kedustaanlah yg merubah dirimu
mampukah cnta ini bertahan
jka hanya dusta menghias
kuatkh syg ni
bila ada yg lain dihatimu.
§ puisi ni tlh dijdikan lgu oleh band bernma “N3vADa”
pkoknya keren deh lgunya§
boleh tu????
tpi lok da yg lbh romantis ge
puisi_a mngingat_khan aqw ma mntan aqw……
Dutch http://qcooking7hx.02JEEPPARTS.US/tag/r2+Dutch+dutch/ : r2…
dutch…