Feb 08 2009

Profile Image of admin
admin

Plesiran @ Lampung

Filed under Wisata

Oleh : Cak Sani

Awalnya, kami (Saya dan isteri) mengisi liburan di awal tahun 2009 hanya ingin silaturahmi mengunjungi kerabat di Lampung. Rencana kami ini ternyata menarik perhatian Ollie dan menantu Anang yang baru melangsungkan pernikahan Desember yang lalu untuk ikut serta. “Sebagai honeymoon part one” ujar mereka. Mereka tertarik ke Lampung karena ternyata menantu belum pernah menginjak luar Jawa, jadi kesempatan ini dimanfaatkannya.

Kami berangkat ke Lampung tanggal 1 Januari 2009, perjalanan mamakan waktu selama lebih kurang enam jam, termasuk di atas Ferry Merak-Bakahuni yang memakan waktu dua jam.Perjalanan sedikit tersendat karena pada hari libur besar tersebut banyak warga yang mengunjungi THR Pasir Putih sehingga tumpah ruah ke jalan poros menuju Bandar Lampung.
Setelah ketemu kerabat, City tour agenda pertama dengan melihat-lihat icon kota Bandar Lampung yang berbukit-bukit.

Ternyata di Lampung juga banyak warung Pempek yang tidak kalah dari Palembang. Kalo di Yogya, orang jual bakpia diberi merek dengan angka-angka 25, 75 dsb, warung Pempek di Jalan Kupang Bandar Lampung juga banyak memberi merek dengan angka, seperti Pempek 88 yang coba kami singgahi. Di sini ada Pempek lenjer, lenggang, selam, adaan, dan ada kuga Pempek keriting serta tekwan.

Selepas city tour, kami menuju ke Metro Lampung. Dalam perjalanan tampak  pemandangan yang didominasi suburnya berbagai tanaman di wilayah eks Transmigrasi.Disamping pisang, ubi ada jagung yang hijau juga sedang “booming” musim buah rambutan, manggis dan durian.

Perjalanan dilanjutkan ke Taman Nasional Way Kambas tempat habitat dan penggodokan gajah Lampung.Sampai pintu Taman Nasional jam menunjukkan pukul empat sore

Dari pintu Taman Nasional ternyata masih memerlukan perjalanan sembilan KM melalui jalan yang rimbun dan mulai gelap karena cuaca mendung untuk menuju lokasi pelatihan gajah.
Berhubung hari sudah sore, tidak dijumpai lagi atraksi-atraksi gajah,namun masih beruntung masih bisa pose photo sama si Bona gajah kecil dan photo bersama gajah yang baru entas dari mandi.

Tidak lama di lokasi, tiba-tiba makbres hujan turun dengan lebatnya, pakaian basah kuyup.Dari balik mobil sempet melihat-lihat kawanan gajah di ladang yang telah selesai melaksanakan tugas hariannya. 

Dibawah curahan hujan yang begitu lebat, rombongan balik ke Bandar Lampung.Di pintu Taman Nasional,mampir sejenak di toko souvenir, ambil beberapa kaos yang bertuliskan “Taman Nasioanal Way Kambas-Lampung”, Satu diantaranya langsung saya pakai menggantikan kaos yang basah kuyup. Sampai di Bandar Lampung hari sudah malam dan langsung menuju rumah seorang kawan yang telah siap beserta keluarganya dengan  hidangan khas sambil merayakan ultah isteri yang ke 49 tanggal 2 Januari 2009. Keesokan hari balik Jakarta dengan mampir sejenak di pantai Pasir Putih Lampung yang elok

Dan juga leyeh-leyeh ngaso di Kalianda Resort (Krakatoa Nirwana Resort) yang mempunyai fasilitas yang komplit dan lingkungan yang aduhai….

Related link: Honeymoon With My Parents

No responses yet

Jan 11 2009

Profile Image of admin
admin

I’m Back Home

Filed under Wisata

By : Sri Penny Ratnasari/Tedjo

Kesan pertama yg sangat terasa bagiku adalah bahwa PASEDULURAN KAFE 76 INI SANGAT BERMANFAAT DAN MENDATANGKAN KEBERKAHAN YG TAK TERKIRA  bagi kami….
Dan selain itu, ternyata slogan THAT’S WHAT FRIENDS ARE FOR.. bukanlah slogan semata, tapi bener2 terjadi !!
 
Betapa tidak, kami ( Aku, Tedjo,Uka, Evi /istri Uka dan anakku Tria ) merasa bagaikan ” Tamu agung ” sejak tiba di Bandara Schipool Amsterdam, hingga kelak kepulangan kami kbl ke Jakarta !!
Bayangkan, begitu keluar dari pintu pesawat, kami telah dijemput staf KBRI (pak Munir) yg lgs mengawal kami keluar sampai mengurus bagasi yg lewat begitu saja tanpa diperiksa… ( aku jadi nyesel, tau gitu aku bawa rendang & ayam pop kesukaan Oki..)
 
Tgl. 29 Des 2008… jam 07.00
Keluar dari Airpot, kami lgs diserahterimakan ke Pak Ayik, yg dg VW Caravel bernomor Pol CD… mengantar kami ke Istana Broe Djau di Denhaag, perjalanan kira2 40 menit, ditengah suhu yg minus 6 derajat!
 
Di Istana Djau, kami telah ditunggu oleh Keluarga Djau ( Mb Wiwik yg manis, mb Voni, Karina dan Bli Gedhe) yg telah menyiapkan teh manis panas dan sepiring pisgor yg wangi..
Padahal waktu itu masih pagi bgt, jam 07.30 (dimana waktu subuh baru masuk pk 07.45..), jadi kami membangunkan klg yg lagi enak2 tdr dihawa yg dingin menyengat itu..


Selesai menghangatkan badan, sarapan pagi lgs terhidang, menunya amat special… Nasi grg, Ikan Salmon Rica (yg ukurannya guedhe… bgt!), ayam grg, lalapan, dan krupuk… heeemmm…sedaap….
 
Setelah istirahat sejenak, jam 12 kami sudah dijemput lg utk tour hari ke 1 di Volendam, desa nelayan yg sgt indah, disitu kami 2 klg ini, berfoto dgn baju Nelayan Belanda yg genit2… Sayang suhu sgt dingin, shg kami tdk bisa berlama2 diluar, permukaan airlautpun menjadi es lho!
Disitu juga kami menikmati Pofferces asli dr Belanda yg Yummi….
 
Dari Volendam kmi meluncur Sansche Schaan berfoto didkt Kincir angin, lalu ke Amsterdam, keliling sedikit (krn hari sudah mulai gelap) kmd mkn malam di Chineese Rest Oriental yg penuh padat…tp memang enak sekali masakannya.
Malamnya km tidur dirumah Djau yg banyak kmrnya itu,dan hangat…
 
Tgl. 30 Des 2008
Hari ke2 kami memulai perjalanan menuju Perancis, tapi mampir di Belgia/Brussel dulu. Disini kami hanya melewati Patung Maneken Pis,tdk ambil foto, takut kena UU pornografi… Lha wong patung cm 1 meter lagi pipis koq dirubung orang sampe penuh sesak.. Kami foto2 di Monumen Atomium, ditengah matahari siang tapi suhu minus 2 derajat. Setelah istirahat makan siang, kami lanjut lgs ke Paris, menuju hotel Mercure yg letaknya hanya kira2 100 m dari Eiffell..
 Karena sudah malam, km lgs isrht dulu..
 
Tgl. 31 Des 2008

Paginya tour keliling Paris, ke Istana Versailes, cm ambil foto2 krn antrian masuk puanjaaaang bgt, pdhal dinginnya menusuk2 tulang,dan wajahku jadi beku!! Kmd menuju Mausoleum Napoleon Bonaparte, yg kalo liat peti matinya kita mesti menghormat (harus menunduk,krn peti ada dibawah pagar…) Mobil kmd meluncur ke Primadona Paris yaitu Eiffel… Menara yg indah, tapi pagi itu sedikit tertutup kabut, dan angin bertiup membuat tangan Tria membeku kedinginan..
 
Tujuan berikut Gereja Notre Dame yg indah itu, tapi lagi2 antrian panjang jd km tdk masuk, padahal hiasan kaca patrinya sgt terkenal yah, sayang… ( aku heran ya, koq org2 Eropa bisa tahan dingin apa daging mrk lain yah? )
 
Kami putar2 cr rest Bakmi Pho ala Vietnam yg kt Djau terkenal itu, ternyata tutup..jadi kami mkn direst Vietnam yg lain, cukup enak juga walau porsinyanya guedheee banget. Untung aku ada Oki yg siap jadi “tempat pembuangan sisa makanan” he..he..he…
Habis makan kami mau cari parfum di Paris Look, tp tutup,akhirnya ke Champ Chelyssee. Disana jalan sudah penuh pada dgn manusia yg bersiap menyambut tahun baru.
 
Sepanjang jalan indah banget, dihiasi lampu2 terang, putih, menetes seperti air… Disini dik Evi mborong parfum banyaak…sampe dapat bonus tas kelap kelip…
Kalo aku dasar otak akuntan, tiap liat hrg dlm Elgs dikurs ke rupiah…jadi batal deh beli, karena masih lbih murah belanja di PIM, Playan ato tempat favoritku di…. Mangga Dua !!
Setelah mkn, km plg ke hotel utk istrahat, dgn janji nanti malam kami akan keluar lagi pukul 11.30 meliat kayak apa Paris merayakan Tahun Baru…
Dan…jam 11.30 kami buru2 keluar lagi, dgn badan menggigil, jalanan dpn hotel sdh macet,penuh manusia.. mobil tdk bs jalan lagi,kmd kamipun turun, menembus kedinginan malam,berlari (karena sudah tinggal 5 mnit lh pukul 12) menuju area yg bisa meliat Eiffel scr penuh… dan detik jam 12 pun tiba… Menara yg semula diterangi lampu warna biru, berubah menjadi seperti dipenuhi kunang2 warna putih, berkelap kelip indah sekali…. Dan setelah itu, berubah menjadi warna kuning…
Kami masih menunggu, kapan Kembang Api akan menyala… 1 menit..2 menit…3 menit… lho….koq tdk ada kembang api??? Kami msh tdk percaya, msh berthn menunggu pdhal badan sudh menggigil kedinginan, ternyata tetap tdk ada tanda2 kembang api….
Hu…huuuu…hu….. PENONTON KUCIWA alias KECELIK… Akhirnya kamipun kembali kehotel dgn perasaan Anti Klimax…
 
Tgl. 1 Jan 2009
Setelah sarapan pg menu Indo (alias stock mie gelas..) km meluncur menuju Swiss..perjalanan cukup panjang, kira2 5 jam…..

Hari2 berikutnya kami di Swiss menikmati keindahan ciptaan Allah SWT dimusim dingin, sejauh mata memandangan diliputi salju diselingi pepohonan yg meranggas yg ditimpa salju didahannya. M. Titlis dengan salju abadinya serta keindahannya dengan sorot matahari dipuncaknya dapat kami nikmati.

 

Di perjalanan ada sedikit gangguan, anaku (tria) musti pulang duluan krn mau ujian tgl 7, padahal kami baru akan kembali tgl. 7 dari belanda. Kembali lagi kami minta bantuan om Djo. Dan semuanya beres melalui staff om Djo, sehingga anaku bisa pulang tgl 5 dan bisa ikut ujian tgl 7 Januari. Alhamdulillah.

 

Hari terakhir sebelum pulang kami berpamitan ke om Djo, diundang kekantor beliau sambil makan siang ada soup, sate kambing/ayam, oseng tahu dll. Wah rasanya

Nikmat banget sudah berhari-hari nggak  makan masakan indonesia. Dasar wong jowo sing digoleki panganan ngomah. Sempat foto2 juga di rung kerja om Djo dan didepan kantor KBRI sebagai bukti kunjungan Kafe 76, Kami juga sempat foto di resto di resto/cafe yg disarankan om Samasta ’Cafe du Paris”. Tapi kami nggak masuk karena kuebak banget, terpaksa sambil kedinginan mampir disebelahnya saja Starbuck pesen ngombe panas men ora katuken.

 

Esok harinya tgl. 7 kami pulang, semuanya diurus staff dan dihantar om Djo. Setelah check in masih sempat ditraktir minum2 dan makan dibandara. Dan akhirnya kami pulang ke jakarta denga selamat dan semuanya dalam keadaan sehat2 serta selama perjalanan semuany berjalan lancar dan nikmat.

 

Buat om Djo & keluarga, kami ucapkan terima kasih atas segala bantuan, fasilitas & perlengkapannya serta service yang serba wuah…. bintang 5. Kita ber 6 pokoke  nderek ’MULYA”.  Jangan kapok ya kalau kedatangan tamu temen yang suka nekad…………

2 responses so far

Older Posts »